Ambarita terletak beberapa kilometer di sebelah Utara Tuk Tuk
dan salah satu peninggalan perkampungan raja Batak di Ambarita terdapat di Desa
Siallagan. Disini dapat dijumpai rumah-rumah adat masyarakat Batak yang masih
asli begitu pula dengan kursi dan meja persidangan tradisi masyarakat purba
yang berlanjut hingga masa kolonial. Kursi
persidangan yang diletakkan melingkar terdapat di bawah batang pohon
hariara yang umurnya juga telah berusia ratusan tahun. Dahulu tempat ini adalah
tempat pertemuan antara pemuka desa dimana berbagai masalah dibicarakan dan
diselesaikan. Tempat ini juga menjadi pengadilan dimana orang bersalah diadili
untuk menerima hukuman. Simanindo yang berada di bagian Utara
Pulau Samosir dapat dianggap sebagai pusat kebudayaan di pulai ini. Disini
terdapat sebuah rumah tradisional Batak yang telah direstorasi dan saat ini
berfungsi sebagai museum. Rumah ini dulunya adalah kediaman raja Batak, Raja
Simalungun yang memiliki 14 orang istri. Atap rumah adat ini dulunya dihiasi
dengan 10 pasang tanduk kerbau yang melambangkan 10 generasi dari dinasti Raja
Simalungun. Museum ini memiliki sejumlah koleksi peralatan memasak dari
kuningan, senjata barang pecah belah dari Belanda dan Cina serta patung dan
ukiran Batak. Pangururan adalah
sebuah kota kecil di pantai Barat Samosir yang memiliki populasi penduduk
paling banyak dibandingkan dengan tempat-tempat lain di Samosir. Di kota tua
ini terdapat beberapa kuburan Batak tua yang berlokasi di beberapa desa dan di
lereng-lereng bukit yang menarik untuk dikunjungi.
Kabupaten
Tapanuli Utara
Kota Tarutung di Tapanuli Utara, Sumatera
Utara, tak hanya dikenal dengan legenda Sisingamangaraja, raja Batak yang konon
sakti dan kebal peluru. Namun daerah yang dicapai sekitar lima jam perjalanan
dari Medan ini juga identic dengan wisata rohani umat Nasrani. Salah satunya
adalah bukit Monumen Salib Kasih di puncak Dolok Si Atas Barita. Di sepanjang
perjalanan, terdapat sejumlah prasasti bertuliskan bosan dan dapat membacanya
sembari mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Letak prasasti ini juga diatur sedemikian
rupa. Pepohonan yang tinggi juga membuat udara didaerah menjadi sejuk. Selain
itu, sebuah Taman Kenangan tampak di bangun di jalan menuju puncak. Pada taman
ini, wisatawan dapat meninggalkan cenderamata mereka di sini. Setiap pengunjung
yang berniat membuat souvenir seperti batu prasasti bertuliskan nama pribadi
dapat menaruhnya di sini. Inilah mengapa tempat ini disebut Taman Kenangan
sehingga pengunjung dapat melihatnya. Beberapa saat setelah melewati Taman
Kenangan, sampailah wisatawan di Salib Kasih. Monument yang dibangun oleh
pendeta Ingwer Ludwig Nommensen, seorang misionaris Jerman yang menyebarkan
Nasrani di Tanah Batak di tahun 1860 an. Pada saat itu penduduk Batak menganut
paham animism. Tarutung juga mempunyai obyek wisata lain seperti Sumber air
Panas Sipoholon yang terletak di perbukitan kapur (kars) suhu air bisa mencapai
70 derajat celcius. Kandungan sulfur dan soda di tempat ini juga dapat
menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Ada baiknya wisatawan juga merasakan
Kolam Air Soda di Desa Parbubu, yang berjarak sekitar 3 km dari Tarutung. Kolam
ini disebut air soda sebab rasanya memang seperti soda. Mandi di tempat ini
juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Air soda cukup
unik dan seolah-olah mendidih dari permukaan tanah, akan tetapi sejuk dan
bening. < Pesona Pantai Kota Sibolga>
0 komentar:
Posting Komentar