Sibolga tumbuh dari sebuah dusun kecil di
Teluk Tapian Nauli yang banyak disinggahi perahu-perahu mancanegara untuk
mengambil air dan keperluan pelayanan jarak jauh. Maklum kapal Belanda sudah
masuk tahun 1601 dan kapal Inggris dating ke wilayah ini tahun 1755. Dusun ini
lalu berkembang menjadi kota bahari yang melayani kepentingan perdagangan antar
pulau, antar Negara, melayani kepentingan para pelaut atau musafir yang
berkelanan ke penjuru negeri atau mereka yang sekedar ingin beristirahat dan
wisata. Bagi wisatawan yang akan ke Pulau Nias maka Sibolga akan menjadi tempat
persinggahan sebelum bertolak dengan kapal dari kota pelabuhan yang berada di
pantai Barat Sumatera ini. Wisatawan bisa menikmati keindahan Pantai Pandaan
dengan pasir pantainya yang putih, terletak sekitar 11 km di utara kota. Pantai
lainnya yang lebih dekat ke kota adalah pantai Kalangan yang berjarak hanya
beberapa ratus meter dari kota Sibolga. Kedua pantai ini akan menjadi sangat
ramai pada akhir pekan apalagi kendaraan umum melewati kedua pantai ini setiap
hari.
Sebagai sebuah kota pantai, Sibolga
memiliki daya Tarik wisata bahari yang kuat. Semua pulau yang ada di depan
Teluk Tapian Nauli yaitu Pulau Poncan Gadang, Pulau Pocan Ketek, Pulau Panjang
dan Pulau Sarudik dapat dikembangkan menjadi wisata bahari. Keindahan taman
laut, olahraga menyelam, berlayar, memancing menjadi kegiatan yang menarik bagi
wisatawan diselingi kunjungan ke kampong-kampung nelayan dengan berbagai
tradisi, kebiasaan dan budaya. Selain bahari, wisata sejarah dan wisata budaya
juga dapat dikembangkan di Sibolga karena banykanya peninggalan sejarah yang
berhubungan dengan datangnya bangsa asing seperti Portugis, Belanda, Inggris
dan Jepang. Ada Gua Si Kaje-Kaje di Keluruhan Aek Manis yang berbentuk
terowongan setengah lingkaran dan punya dua pintu. Di dalam gua terdapat empat
rongga dan diperkirakan sebagai tempat menginterogasi tawanan. Ada pula Gua
Tangga Seratus di Jl. Sutoyo Siswomiharjo Kelurahan Pasar Baru. Di dinding
bukit sisi Barat ada anak tangga dari kaki hingga ke puncak bukit. Gua ini
berbentuk terowongan dan mempunyai dua pintu menghadap ke Selatan. Dindingnya
terbuat dari baru andesit muda dan kondisi dalam gua lembab. Benteng
Sihopo-Hopo, Benteng Simaremare dan Benteng Ketapang melengkapi wisata ziarah
sejarah di kota ini. <Selengkapnya Pulau Nias, menhir, pesonapantai>
0 komentar:
Posting Komentar