Rambutan buah manis berdaging putih,
adalah hal pertama yang terlintas di benak kita begitu mendengar kota Binjai.
Ya, Binjailah buyutnya buah rambutan. Keturunannya dikembangkan samapi ke
daerah-daerah lain di Indonesia. Tapi, rambutan saja tidak bisa membuat kota
ini hidup. Kota Binjai sendiri merupakan kota multi etnis. Dihuni oleh suku
Jawa, suku Batak Karo, suku Tionghoa dan suku Melayu. Kemajemukkan etnis ini
menjadikan Binjai kaya akan kebudayaan yang beragam. Dibidang pariwisata, kota
Binjai sebenarnya juga punya “simpanan”. Adalah Pantai Indah SB yang kini
menjadi sasaran weekend orang Binjai dan sekitarnya. Menurut masyarakat
sekitar, nama SB merupakan singkatan dari nama orang Suherman Bangun. Dialah
yang mengelola lokasi ini. Dulunya pantai indah SB hanyalah sebuah sungai
biasa, kini ia menjadi obyek wisata menarik. Daya Tarik utama pantai indah SB
adalah lokasinya yang masih alami dengan sungai tersembunyi di balik perkebunan
sawit. Air yang mengalir dari sungai Begulda sangat sejuk dan bening. Banyak di
antara pengunjung yang menggunakan ban untuk berenang atau sekedar menikmati
sejuknya air. Tak hanya menjual wisata air, pengelola pantai Indah SB juga membangun
penangkaran ungags. Beberapa ungags dari berbagai jenis bermain dalam
kandangnya. Laksana kebun binatang, hewan-hewan ini menjadi tontonan menarik,
terutama untuk anak-anak. Banyak di antara mereka yang berfoto dengan ungags
karena dianggap lucu dan menarik.
Kota
Pematang Siantar
Pematangsiantar merupakan kota penghubung
ke Utara (Medan dan Banda Aceh), ke Timur (Tanjung Balai dan Kisaran), ke
Selatan (Sibolga dan Padang Sidempuan), serta ke Barat (Kabanjahe dan
Kutacane). Kota yang berjarak 128 km dari Medan ini terkenal dengan becak
motornya (bettor). Konon bettor Siantar lebih unggul dari bettor di kota lain
seperti Padang Sidempuan yang memapai Vespa 70-an atau bettor Prapat dengan
Yamaha 70 annya, di Siantar betornya pake BSA tua buat Inggris tahu 40 -50 an
yang pernah jadi alat transportasi tentara Inggris di Jawa saat PD II. Awalnya
bettor-betor nini berkekuatan 125 cc dengan berbagai merek yang akhirnya,
akibat medan yang berbukit-bukit, saat ini hanya BSA 350 cc dan 500 cc yang masih bertahan. BSA
sendiri sekarang sudah menjadi barang antic dan mahal. Banyak kolektor yang
mulai berani menawar hingga puluhan juta hanya untuk membawa pulang motor ini. Dalam
prrjalanan menuju Parapat, anda akan melalui kota Pematang Siantar dan melihat patung Bodhisatwa
Avlokitesvara (Dewi Kwan Im) yang menjulang tinggi, ini adalah tujuan wisata
religi di kota Pematang Siantar bagi umat Buddha. Anda dapat beribadah atau
berfoto ria di dekat patung yang tersebar di Vihara Bodhisatwa Avlokitesvara.
Bagi penganut agama lain bisa melihat patung Bodhisatwa Avalokitesvara yang
tertinggi di Asia Tenggara dan masuk dalam MURI (Museum Rekor Indonesia).
Patung setinggi 22.8 meter ini dipesan langsung dari RRC dan dibuat dari batu
granit. Posisi patung Dewi Kwan Im di Siantar ini bernama Kwan Im Pemegang
Sutra atau kitab ajaran Buddha. Posisi ini adalah satu dari 33 julukan Kwan Im.
Patung Kwan Im ini dikelilingi catur mahadewa raja atau malaikat pencatat
kebaikan dan keburukan. Ukuran keseluruhan patung raksasa ini adalah lebar 8.4
meter, tinggi 22.8 meter dengan berat 1,500 ton. <Kabupaten Langkat dan Pusat Rehabibilitasi Orang Utan>
0 komentar:
Posting Komentar