Negeri Pesona

Merupakan blog nusantara yang menyajikan informasi mengenai keadaan geografis dan budaya.

Kabupaten Nias- Pulau Nias, Menhir dan Pesona Pantai

Pulau Nias dihuni oleh mayoritas suku Nias yang masih memiliki budaya mengalitik dan daerah ini merupakan obyek wisata penting dengan ibukotanya berada di Gunung Sitoli. Pulau dengan luas wilayah 5318 km2 ini berpenduduk 800,000 jiwa dengan agama mayoritas Kristen. Nias saat ini telah dimekarkan secara otonomi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan dengan Ibukota di Teluk Dalam. Nias menjadi tujuan wisatawan mancanegara khususnya mereka penggemar olah raga selancar (surfing). Kawasan pantai Teluk Lagundri di Pulau Nias terpilih sebagai salah satu sirkuit pertandingan selancar professional tingkat dunia karena ombanynya yang indah hingga mencapai 5 tingkatan.

Kota Gunung Sitoli yang terletak di pantai Timur Laut ini adalah kota terbesar di Pulau Nias. Pusat kota berada di kawasan tanah lapang yang terletak antara Jl. Gomo dan Jl. Soekarno. Pelabuhan terletak 2 km di Utara kota sedangkan terminal bis berada 1 km di Selatan kota. Di Gomo terdapat sisa-sisa peninggalan budaya masa megalitik yang sangat terkenal yang berada di tengah Pulau Nias bagian Selatan. Sebagian dari tinggalan itu adalah Menhir atau batu Lonjong yang berdiri tegak dan juga batu-batu besar yang berhias. Pada jarak 5 km dari Gomo di Tundrumbaho dapat ditemui sejumlah batu peninggalan budaya masa megalitik, sebagian diperkirakan berumur lebih dar 3000 tahun. Batu-batu besar yang berukir dapat ditemui di Lahusa Idanotae yang berada antara Gomo dan Tundrumbaho dan juga di Tetegawo, 7 km di Selatan Gomo. Kegiatan selancar juga banyak dilakukan di Pantai Sorake yang berada di mulut Teluk Lagundri, untuk berenang dapat dilakukan di Pantai Lagundri dengan airnya yang tenang. Berselancar, berenang, berjalan-jalan di sekitar pantai dan berjemur adalah kegiatan yang banyak dilakukan wisatawan asing di tempat ini. Kabupaten Nias Selatan Jika tertarik dengan kehidupan masyarakat tradisional Nias, dapat mengunjungi sejumlah desa di Nias bagian selatan dengan suasana desanya yang cukup unik. Bangunan yang terdapat didesa-desa tersebut menarik dan berbeda dengan kehidupan desa-desa lainnya di Indonesia. Salah satu desa di Nias Selatan yang paling terkenal adalah Desa Bawomataluo yang berada sekitar 15 km dari Teluk Dalam dan dapat dicapai dengan kendaraan umum. Desa ini berada di atas sebuah bukit dengan ketinggian 400 m dari permukaan laut. Dibandikan dengan desa-desa lainnya di Nias Selatan. Desa Bawomataluo adalah yang paling mudah dicapai. Untuk mencapai desa ini pengunjung harus menaiki 88 anak tangga batu. Di Desa Hilisimaetano yang berjarak 16 km Barat Laut Teluk dalam terdapat 140 rumah tradisional Nias. Acara lompat batu diadakan disini setiap hari Sabtu. <Selanjutnya Kota Binjai Kota Multi Etnis-Kota Pematang Siantar>
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar