
Berada diwilayah Serang yang terletak dilepas pantai Banten dan merupakan kawasan cagar alam yang banyak dihuni oleh satwa burung, khususnya burung bangau. Jumlah burung di pulau ini mencapai puncaknya pada bulan Maret hingga Juli karena kedatangan burung-burung yang berpindah dari tempat lain dan singgah di Pulau Dua ini untuk bertelur. Menuju ke
Cagar Alam Pulau Dua, bisa menggunakan perahu boat dari Pelabuhan Karanghantu kurang lebih setengah jam, atau dengan berjalan kaki melewati tambak ikan milik penduduk yang dibuat sambung
Taman Rekreasi Wulandira Purnama adalah sebuah kawasan wisata penuh sarana rekreasi terutama pemancingan ikan tawar, fasilitas hiburan anak-anak serta panggung terbuka di kaki Gunung Pinang Kramatwatu. Dan tempat wisata lainnya antara lain, air terjun
Curug Cigumawang di kecamatan Padarincang dan ada juga air terjun
Curug Betung di Desa Rancasanggal terletak diantara kecamatan Padarincang dengan Cinangka. Dan obyek wisata lainnya
Bulakan Air Belerang, tempat pemandian alam berkadar belerang sangat tinggi yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, letaknya di tengah sawah Desa Pematang Kragilan, Obyek wisata lainnya,
Danau Tasikardi dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, Danau seluas 5 ha ini dasar alasnya dilapisi ubin bata dan ditengahnya terdapat sebuah pulau persegi empat. Dahulu digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga sultan. Dan obyek wisata
Rawa Dano, adalah hutan rawa yang awalnya merupakan sebuah kepundan gunung merapi yang sudah mati kemudian berubah menjadi sebuah danau dan terakhir menjadi rawa di atas danau.

Taman Nasional Ujung Kulon, juga menjadi andalan wisata petualangan di kabupaten Pandeglang ini yang menjadi habitat dan tempat perlindungan satwa langka yang terancam kepunahannya yaitu
Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus). Terdapat pula jenis flora dan fauna langka lainnya sehingga oleh
UNESCO ditetapkan sebagai
Natural Worl Heritage Site. Kawasan ini terdiri dari Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, Pulau Panaitan, Gunung Honje Utara dan Taman Jaya dengan keseluruhan areal seluas 135.656 ha. Kegiatan wisata ziarah juga cukup ramai dilakukan pengunjung
Makam Kyai Ageng Asnawi bin Abdul Rohman yang berada ditepi pantai Caringin. Tempat ziarah lainnya
makam Syekh Maulana Manshuruddin, seorang Sultan Banten yang terakhir, wafat pada 1672 dan dimakamkan di Cikaduen. Para penziarah yang tidak sempat menziarahi seluruh makam-makam sultan Banten biasanya cukup menziarahi makam Sultan Banten yang pertama dan terakhir dan terakhir saja. Lokasi pemakaman di Cibulakan, berdekatan dengan kolam renang Cikoromoy yang lebih dikenal orang dengan
batu Qur'an. Pandeglang diwarisi nilai sejarah bangsa sejak masa prasejarah, masa Hindu-Budha sampai pada masa Islam. Hal ini diperkuat dengan temuan situs-situs seperti situs
Sanghyang Dengkek berupa batu menhir besar di desa Sanghyang Dengkek, Kecamatan Saketi. tempatnya sekitar 5 km ke arah Labuan dimana terdapat tempat ziarah berupa mesjid tua. Ada juga situs
menhir pasir Peuteuy berupa lima buah menhir yang berdiri di gunung karang. Ditemukan pula batu Tontrong Pandeglang yang bentuknya mirip kentongan kayu di kecamatan Cimanuk. Sedangkan situs batu tulis Munjul berupa prasasti berada di Kampung Cidanglang, Desa Lebak, Kecamatan Munjul.
Rampak Bedug merupakan salah satu kesenian yang paling menonjol di Pandeglang, menunjukkan keahlian dari seni menabuh bedug berukuran besar terdiri dari 8 hingga 12 bedug yang dikombinasikan pula dengan bedug kecil.
(Selanjutnya Kabupaten Lebak).
0 komentar:
Posting Komentar