Pada masa kolonial Belanda, Bogor yang terletak 60 km di Selatan Jakarta adalah salah satu daerah peristirahatan penting bagi para pejabat Belanda. Gubernur Jenderal Van Imhoff membuka kawasan perkebunan bernama Buitenzorg di Bogor pada tahun 1745 dan kemudian Bogor berkembang menjadi daerah peristirahatan yang disukai banyak pejabat Belanda.
Bogor yang terletak pada ketinggian 290 m dpl, memang memiliki udara yang sedikit lebih teduh dari Jakarta, selain itu pada musim hujan Bogor merupakan salah satu kota yang paling basah di Indonesia dengan tingkat curah hujan tertinggi di Jawa yang membuat kota ini dijuluki sebagai 'Kota Hujan'.
Kebun Raya Bogor adalah Kebun yang sangat luas terletak di tengah kota Bogor yang berada di atas lahat 87 hektar. Pada akhir pekan atau hari libur kawasan kebun raya selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Gubernur Jenderal Raffles disebut-sebut orang yang pertama kali menggagas pembukaan kebun raya, namun seorang ahli botani dari Jerman Prof. C.G.C Reinwardt adalah orang yang pertama kali mengubah halaman luas Istana Bogor menjadi kebun yang digunakan untuk meneliti tumbuh-tumbuhan yang kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dibuka resmi untuk umum pada 18 Mei 1817. Kebun Raya memiliki koleksi lebih dari 15.000 spesies pohon dan tanaman-tanaman termasuk 400 macam pohon palem. Kebun ini juga dihiasi dengan kolam air dengan tanaman teratai dan sungai kecil. Rumah anggrek yang terdapat di kebun raya ini memiliki koleksi lebih dari 300 varietes tanaman anggrek.
Istana Bogor terletak di sebelah timur laut kebun raya dan dulu merupakan tempat tinggal resmi dari gubernur jenderal Belanda yang berkuasa dari tahun 1870 hingga 1942. Istana ini dulunya merupakan rumah peristirahatan yang dibangun pada tahun 1745 ketika Belanda pertama kali membuka daerah perkebunan disini, namun rumah itu hancur karena gempa bumi dan sebuah istana baru didirikan di tempat ini beberapa tahun kemudian yaitu pada tahun 1856.
Para petinggi dan anggota masyarakat elit Belanda sering berkunjung ke kebun raya. Pesta-pesta besar dan glamor sering diadakan di Istana Bogor. Halaman istana yang luas dijadikan tempat memelihara rusa yang akan segera dipotong dan menjadi hidangan eksklusif pada perjamuan yang diadakan di istana.
Hingga saat ini tradisi memelihara rusa di halaman istana tetap dipertahankan. Pada tahun 1950, status Istana Bogor berubah menjadi istana Kepresidenan RI, Istana Bogor menjadi tempat peristirahatan favorit Presiden Sukarno. Sekitar 2,5 Km dari kebun raya ke arah Selatan di Jl. Batutulis terdapat sebuah batu bertulis yang dibuat untuk menghormati Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja (1482-1521) yang konon memiliki kekuatan mistis yang besar. Batu ini diletakkan di sebuah bangunan yang berada didekat bekas rumah Presiden Sukarno. (Tempat wisata di kota Bogor).
Bogor yang terletak pada ketinggian 290 m dpl, memang memiliki udara yang sedikit lebih teduh dari Jakarta, selain itu pada musim hujan Bogor merupakan salah satu kota yang paling basah di Indonesia dengan tingkat curah hujan tertinggi di Jawa yang membuat kota ini dijuluki sebagai 'Kota Hujan'.
Kebun Raya Bogor adalah Kebun yang sangat luas terletak di tengah kota Bogor yang berada di atas lahat 87 hektar. Pada akhir pekan atau hari libur kawasan kebun raya selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Gubernur Jenderal Raffles disebut-sebut orang yang pertama kali menggagas pembukaan kebun raya, namun seorang ahli botani dari Jerman Prof. C.G.C Reinwardt adalah orang yang pertama kali mengubah halaman luas Istana Bogor menjadi kebun yang digunakan untuk meneliti tumbuh-tumbuhan yang kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dibuka resmi untuk umum pada 18 Mei 1817. Kebun Raya memiliki koleksi lebih dari 15.000 spesies pohon dan tanaman-tanaman termasuk 400 macam pohon palem. Kebun ini juga dihiasi dengan kolam air dengan tanaman teratai dan sungai kecil. Rumah anggrek yang terdapat di kebun raya ini memiliki koleksi lebih dari 300 varietes tanaman anggrek.
Istana Bogor terletak di sebelah timur laut kebun raya dan dulu merupakan tempat tinggal resmi dari gubernur jenderal Belanda yang berkuasa dari tahun 1870 hingga 1942. Istana ini dulunya merupakan rumah peristirahatan yang dibangun pada tahun 1745 ketika Belanda pertama kali membuka daerah perkebunan disini, namun rumah itu hancur karena gempa bumi dan sebuah istana baru didirikan di tempat ini beberapa tahun kemudian yaitu pada tahun 1856.
Para petinggi dan anggota masyarakat elit Belanda sering berkunjung ke kebun raya. Pesta-pesta besar dan glamor sering diadakan di Istana Bogor. Halaman istana yang luas dijadikan tempat memelihara rusa yang akan segera dipotong dan menjadi hidangan eksklusif pada perjamuan yang diadakan di istana.
Hingga saat ini tradisi memelihara rusa di halaman istana tetap dipertahankan. Pada tahun 1950, status Istana Bogor berubah menjadi istana Kepresidenan RI, Istana Bogor menjadi tempat peristirahatan favorit Presiden Sukarno. Sekitar 2,5 Km dari kebun raya ke arah Selatan di Jl. Batutulis terdapat sebuah batu bertulis yang dibuat untuk menghormati Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja (1482-1521) yang konon memiliki kekuatan mistis yang besar. Batu ini diletakkan di sebuah bangunan yang berada didekat bekas rumah Presiden Sukarno. (Tempat wisata di kota Bogor).
0 komentar:
Posting Komentar