Negeri Pesona

Merupakan blog nusantara yang menyajikan informasi mengenai keadaan geografis dan budaya.

Kabupaten Aceh Besar

Kabupaten Aceh Besar adalah salah satu kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sebelum dimekarkan di akhir tahu 1970 an, ibukota Aceh Besar adalah kota Banda Aceh, kemudian kota Banda Aceh berpisah menjadi kotamadya sehingga ibukota aceh Besar pindah ke daerah Jantho di Pegunungan Seulawah. Kabupaten Aceh Besar juga mrupakan tempat kelahiran pahlawan perjuangan nasional Cut Nyak Dhien yang berasal dari Lampadang. Aceh besar dalam istilah Aceh disebut Aceh Rayeuk. Penyebutan Aceh Rayeuk sebagai Aceh yang sebenarnya karena daerah inilah yang pada mulanya menjadi inti Kerajaan Aceh dan juga karena di situlah terletak ibukota kerajaan yang bernama Bandar Aceh atau Bandar Aceh Darussalam. Untuk nama Aceh Rayeuk ada juga yang menamakan dengan sebutan Aceh Lhee Sagoe (Aceh Tiga Segi). Aceh Besar mempunyai wilayah kepulauan yang termasuk Kecamatan Pulo Aceh, dan pernah menjadi markas besar Gerakan Aceh Merdeka. Akan tetapi pulau-pulau itu telah dibebaskan dari unsur GAM pada masa Darurat Militer. Pulau-pulau utamanya adalah Pulo Breueh (Pulau Beras). Dan Pulo Peunasoe (Pulau Nasi). Bandara internasional Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu pintu gerbang untuk masuk ke Provinsi Aceh Darussalam berada di wilayah kabupaten ini.

Tinggalan-tinggalan Budayanya
Museum Cut Nyak Dhien, pada mulanya merupakan rumah tempat tinggal pahlawan wanita yang bernama Cut Nyak Dhien. Di dalamnya berisi koleksi sejarah Aceh yang dikelola dan dirawat oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Bangunan rumah yang menyerupai rumah adat tradisional Aceh ini hanya pondasinya saja yang asli, sedangkan bangunannya yang berdiri sekarang adalah hasil renovasi dari bangunan asli yang sebelumnya telah dibakar oleh Pemerintah Belanda.

Masjid Tua Indra Puri, berlokasi sekitar 25 km ke Selatan arah Medan dan dapat ditempuh dengan transportasi apapun. Indra Puri adalah Kerajaan Hindu dan merupakan tempat pemujaan sebelum masuknya Islam dan Sultan Iskandar Muda mulai memperkenalkan Islam kepada masyarakat. Setelah seluruh masyarakat memeluk Islam, tempat yang sebelumnya kuil tersebut kemudian dirubah menjadi sebuah masjid. Bangunan masjid ini berdiri di atas tanah seluas 33.875 m2, terletak di 4.8 m dpl sekitar 150 meter dari tepi Sugai Krueng Aceh. <Selengkapnya Benteng Indra Patra dan Museum Ali Hasymi>
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar